Mark Kirk menolak Piala Dunia 2018 di Rusia

Masih hangat dalam ingatan bahwa beberapa bulan yang lalu sempat terjadi peristiwa nahas yang menimpa Malaysia Airlines Fight 17. Muncul banyak dugaan dan spekulasi mengenai hal ini. Namun satu hal yang pasti, keamanan di daerah tersbeut, terutama Rusia-Ukraina, dalam kondisi tidak aman. Dugaan pelaku serangan dialamatkan kepada Republik Rakyat Donetsk, kelompok separatis Rusia yang berkuasa di bagian timur Ukraina. Badan intelijen AS percaya bahwa Rusia telah membantu mempersenjatai kelompok tersebut.


Meskipun telah banyak bukti yang ditujukan pada Rusia terkait Malaysia Airlines, tidak ada sanksi ekonomi yang diberikan bagi negara tersebut. Yang terjadi justru sebaliknya, Rusia malah diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan ajang sepakbola paling bergengsi, Piala Dunia 2018.

Peter Beuth, salah satu pejabat tinggi di pemerintahan Jerman, mengatakan, “Jika Putin tidak aktif serta dalam penyelesaian kasus MH17, Piala Dunia di Rusia mustahil untuk diselenggarakan”.

Michael Fuchs, pemimpin senior partai Demokrat Kristen Angela Merkel mengatakan, “Asosiasi sepakbola dunia, FIFA, harus mempertimbangkan ulang apakah Moskow layak dipercaya sebagai tuan rumah mengingat bahwa mereka bahkan tidak bisa memberikan garansi keamanan untuk aktivitas penerbangan.”

Asosiasi Sepakbola Belanda juga menyarankan bahwa Negara penyelenggara Piala Dunia 2018 harus dipindahkan. Hal ini dikarenakan bahwa sebagian besar penumpang MH18 adalah warga Belanda.  Mereka mengatakan, “Asosiasi Sepakbola Belanda menyadari bahwa Piala Dunia selanjutnya di Rusia menimbulkan banyak emosi di kalangan pecinta bola. Mengingat peristiwa kehilangan yang telah lalu agar tidak terulang kembali merupakan sebuah prioritas. Kami juga menyarankan untuk menggelar diskusi lebih lanjut mengenai Piala Dunia di Rusia, setelah investigasi mengenai MH17 terselesaikan.”
 
Bahkan yang sangat ekstrim, Mark Kirk senator Partai Republik menolak Piala Dunia 2018 di Rusia. Dia mengatakan bahwa Rusia tidak layak untuk ikut serta meskipun hanya sebagai pemain. Piala dunia bukan sekedar ajang sepakbola tapi juga ajang perayaan, termasuk merayakan perbedaan anatara hitam dan putih yang ada di planet ini. Tidak peduli hitam, putih, gay, normal, semua identitas berhak untuk menikmati pertandingan sepakbola terbesar di dunia. Oleh karena itu, semua pihak harus terjamin keamanan dan kenyamananannya.

Simpulan dari pendapat para tokoh di atas cukup jelas bahwa belum terjaminnya keamanan dan kenyamanan di Rusia. 

 

Ketika Dunia meminta untuk memindahkan Negara tuan rumah Piala Dunia 2018, FIFA masih terdiam dan tidak mengeluarkan pernyataan apapun. 

admin Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *